Selasa, 01 Mei 2012

Tarian TNI Pukau Lebanon Selatan


Penampilan kolaborasi tarian Indonesia yang dibawakan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL memukau ratusan penonton yang menyaksikan penampilan tarian tersebut, pada acara peringatan Hari Anak Lebanon, yang diperingati setiap tanggal 29 April, bertempat di Tib Nine, Lebanon Selatan, Minggu (29/4/2012).
Dalam kolaborasi seni tari tersebut, prajurit Indobatt memadukan 4 (empat) jenis tarian yang dilaksanakan secara kolosal yaitu, tari saman, rampak gendang dengan diiringi tarian oleh Wan TNI, sisingaan dan tari perang dari Papua dengan jumlah total penari 105 personel.
Tarian yang dibawakan selama kurang lebih 20 menit ini mendapat sambutan yang meriah dari penonton, terlihat penonton antusias menyaksikannya hingga turun dari tribun penonton. Selain kolaborasi tarian, dalam peringatan ini Indobatt juga menggelar aneka permainan anak-anak melalui smart car.
Selain tugas-tugas operasional dalam misi perdamaian di Lebanon, Kontingen Garuda sebagai duta bangsa sekaligus membawa misi kebudayaan.
Menurut Komandan Satgas Indobatt, Letkol Inf Suharto Sudarsono, yang hadir pada acara tersebut mengatakan, “Melalui pentas tarian ini diharapkan bangsa-bangsa lain yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon dapat mengenal kebudayaan Indonesia lebih dekat, sehingga harapannya kebudayaan Indonesia yang begitu banyak, lebih dikenal luas dikalangan dunia Internasional,” jelasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UNIFIL bekerjasama dengan pemerintahan Lebanon ini, melibatkan seluruh Kontingen dari Negara-negara yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon. Untuk menghibur anak-anak pada acara tersebut masing-masing Kontingen menampilkan hiburan ataupun kesenian khas masing-masing Negara, antara lain drumband militer dari India dan Irlandia, seni beladiri dari Korea dan Liang Liong dari Kontingen China. (Pa Pen Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi)

KRI Kakap dan KRI Tongkol Lego Jangkar di Perairan Ashmore Reef



1 Mei 2012, Surabaya: Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kakap-811 dan KRI Tongkol-813 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Patroli Kordinasi Australia Indonesia (Patkor Ausindo) tahun 2012, melaksanakan lego jangkar disekitar perairan Ashmore Reef, belum lama ini,Selasa (24/04). Bersama kedua KRI, kapal perang Autralia HMAS Pirie-P87 juga melaksanakan lego jangkar di perairan tersebut.

Perbandingan jarak dari Kupang Nusa tenggara Timur (NTT) ke Ashmore Reef sekitar 127Nm. Jika ditempuh menggunakan kapal laut dengan kecepatan 15Knot, membutuhkan waktu sekitar 8 jam 56 menit. Sedangkan jarak dari Ashmore ke Darwin sekitar 509,5Nm. Membutuhkan waktu kurang lebih 30 jam 32 menit jika ditempuh menggunakan sarana transportasi laut dengan kecepatan 15 knot. Jarak dari Kupang ke Darwin sekitar 509,7Nm, dapat ditempuh dengan waktu 33 jam 58 menit dengan kecepatan kapal 15 knot.

Pada saat unsur Satgas Patkor Ausindo 12 sedang lego jangkar, Perwira kapal HMAS Pirie mengunjungi KRI Kakap untuk melaksanakan kordinasi tentang rangkaian kegiatan Satgas selanjutnya. Rombongan dari tentara Australia terdiri dari 3 orang Perwira, dipimpin oleh Lieutenant Mc. Ellister yang menjabat sebagai Executive Officer Assail Three HMAS Pirie-P87.

Kunjungan perwira HMAS Pirie diterima langsung oleh Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Himawan didampingi Perwira Satgas Kapten Laut (P) Erich, bertempat di Lounge Room Kapal perang tersebut. KRI Kakap dan KRI Tongkol melaksanakan tugas Patkor Ausindo 12, dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Guspurlatim).

Sumber: Dispenarmatim

TNI akan kembali kirimkan KRI ke Lebanon


KRI Hasanuddin-366. (Foto: Corveleyn Roger)

Tentara Nasional Indonesia akan kembali mengirimkan kapal perang (KRI) untuk bertugas pada misi pemeliharaan perdamaian dunia ke Lebanon, di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam waktu dekat ini.

 "Kita masih akan mengirim satuan berikutnya, yakni KRI Hasanuddin (HSN)-366. Saat ini sedang dipersiapkan untuk menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang telah kembali ke Indonesia. Mereka juga akan bertugas selama enam bulan di Lebanon," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.

Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda itu diperkuat 100 prajurit TNI AL, yang terdiri atas 33 perwira, 48 bintara dan 19 tamtama. Ini merupakan Satgas ketiga yang pernah diberangkatkan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya memberangkatkan KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365 bergabung dalam gugus tugas MTF.

KRI SIM-367 telah selesai melaksanakan tugas selama enam bulan di Lebanon dan akan digantikan dengan KRI Hasanuddin (HSN)-363 yang rencananya akan diberangkatkan pada pertengahan Mei 2012. Menurut dia, awak KRI Hasanuddin-366 juga berjumlah 100 orang prajurit karena memiliki bobot yang sama dengan KRI SIM-367.

Panglima TNI berharap setiap kapal yang ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian selalu memperoleh nilai yang memuaskan (satisfied) dan diharapkan prajurit yang ditugaskan berikutnya juga mendapatkan nilai yang sempurna.

"Pengiriman prajurit dalam misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon menjadikan prajurit TNI memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar PBB. Prajurit juga akan mendapatkan banyak pengalaman yang dapat ditularkan kepada prajurit lainnya," katanya usai menerima kedatangan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL dari Lebanon.

Panglima TNI, mengatakan, penugasan pasukan TNI pada misi pemeliharaan perdamaian merupakan bentuk sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap bangsa Indonesia, khususnya TNI, dalam upaya memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya perdamaian dunia sesuai yang tercantum dalam piagam PBB.

Indonesia merupakan negara Asia yang pertama kali dan satu-satunya yang berpartisipasi dengan mengirimkan kapal perang dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.

KRI SIM-367 merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki oleh TNI AL, berjenis korvet kelas Ship Integrated Geometrical Modularity Approuch (SIGMA) buatan Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen Belanda.

Jumlah pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di seluruh dunia saat ini berjumlah 1.828 yang tersebar di berbagai wilayah konflik, yakni Lebanon, Kongo, Haiti, Liberia, Sudan Selatan, Darfur, dan Suriah.

Diharapkan pada 2014, Indonesia dapat mengirimkan 4.000 penjaga perdamaian (peacekeepers) di seluruh dunia dalam misi PBB.

Sumber: ANTARA News

Paskhas Lumpuhkan Teroris Pembajak Pesawat


Anggota Detasemen Bravo 90 Paskhas TNI AU bersiapm melakukan penembakan dalam simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (30/4). Simulasi tersebut untuk peningkatan kemampuan anggota pasukan anti teror sekaligus pengamanan Bandara Ngurah Rai menjelang digelarnya berbagai kegiatan internasional di Bali terutama penyelenggaraan KTT APEC pada tahun 2013 . (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12)

30 April 2012, Denpasar: Setelah teroris berhasil menguasai satu pesawat penumpang di B 1 dengan sejumlah penumpang dijadikan sebagai sandera, bersamaan dengan itu teroris dengan kelompok yang sama juga telah menguasai gedung VIP 2 Bandara Ngurah Rai dengan sejumlah orang yang berada di dalam dijadikan sandera.

Dalam kondisi yang cukup genting tersebut pasukan anti teror Detasemen Bravo 90 Paskhasau mendapatkan perintah tugas untuk menghadapi teroris dimaksud dan menyelamatkan para sandera. Simulasi latihan dengan sandi “Albara” (Anti Lawan Bajak Udara) diawali dengan penerjunan pasukan Combat Free Fall sebanyak 15 personel di pantai ujung landasan dengan jarak lebih kurang satu kilometer dari tempat teroris melakukan penyanderaan.

Setelah mendarat, pasukan dengan mengendap-endap mendekati lokasi, terlebih dahulu mengeksekusi dengan aksi bunuh senyap teroris yang bertugas berjaga-jaga di luar area lokasi. Setelah itu negosiator melaksanakan negosiasi dengan pimpinan teroris dimana para teroris menuntut supaya rekan-rekannya yang dipenjara oleh pemerintah dapat dibebaskan. Untuk menunjukkan keseriusannya teroris menembak salah satu sandera yang selanjutnya dievakuasi oleh tim medis.

Beberapa anggota Detasemen Bravo 90 Paskhas TNI AU menangkap teroris yang menyandera pesawat komersial dalam simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (30/4). (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12)

Melanjutkan aksinya, teroris meminta pesawat yang dikuasainya untuk direfuel, dan pada saat itu juga negosiasi terus berlangsung, dan disaat bersamaan unit Aksus (Aksi Khusus) Den Bravo 90 Paskhasau yang dikomandani oleh Letkol Psk M. Juanda, mendekati dua sasaran sekaligus dan melaksanakan aksi di pesawat maupun di VIP room 2 yang terlebih dahulu diawali dengan tembakan Sniper dan bunyi ledakan. Beberapa saat kemudian, unit Aksus berhasil melumpuhkan teroris baik di pesawat maupun di VIP 2, selanjutnya para pelaku teroris diserahkan kepada Pomau.

Setelah menguasai situasi, unit aksus melaksanakan evakuasi terhadap para sandera baik di pesawat maupun di VIP room 2. Karena diduga para teroris telah memasang bahan peledak di pesawat, maka unit EOD merapat ke pesawat dan melaksanakan IED di tempat yang aman.

Demikian secara umum skenario simulasi latihan Albara yang dilaksanakan di bandara Ngurah Rai. Hadir menyaksikan latihan secara langsung yaitu, Pangkoopsau II, Marsda TNI Ismono Wijayanto, Muspida provinsi Bali dan para pimpinan komunitas bandara Ngurah Rai.

Di sela-sela acara, Komandan Lanud Ngurah Rai, Letkol Pnb Jumarto saat diwawancara mengatakan bahwa Latihan Albara dilaksanakan di Bali dengan maksud untuk meyakinkan masyarakat Nasional dan Internasional bahwa bandara Ngurah Rai sebagai pintu utama wisata di Bali dalam kondisi aman sekaligus menunjukkan tentang kemampuan Detasemen Bravo 90 Paskhasau dalam menghadapi kemunkinan aksi teror yang terjadi di bandara.

Akhir dari kegiatan dilaksanakan upacara penutupan latihan di B 1 Bandara Ngurah Rai dengan Inspektur Upacara oleh Komandan Lanud Ngurah Rai.

Sumber: TNI AU

Menhan Akan Pelajari Kemungkinan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Kroasia


Sniper Rifle MACS M3 cal. 12,7x99mm produksi industri pertahanan Kroasia. (Foto: aalan.hr)

30 April 2012, Jakarta:  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (27/4), menerima kunjungan kehormatan Chairman of The President’s Council on Foreign Policy and International Relations Republic of Croatia, Mr Budimir Loncar, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Mr Budimir Loncar sudah tidak asing lagi berada di Indonesia karena pada era orde baru pernah menjabat sebagai Duta Besar Yugoslavia untuk Indonesia dan pada era 90-an pernah menjadi wakil UN untuk Indonesia.

Mr. Budimir Loncar juga berperan sebagai mediator dalam pembicaraan perdamaian antara Pemerintah dan GAM Aceh di Stockholm, Swedia. Kedatangannya kali ini sebagai undangan Kementerian Luar Negeri RI dalam membicarakan peningkatan kerjasama bilateral Indonesia - Kroasia. Mr Budimir Loncar berharap kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Kroatia dapat diperbarui dan dikembangkan.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan proposal kerjasama industri pertahanan kedua negara. Menhan Purnomo Yusgiantoro berjanji untuk mempelajari proposal kerjasama industri pertahanan yang ditawarkan dan akan memberikan jawaban kepada Kedutaan Besar Kroasia. Menhan akan berupaya meramu kerjasama industri pertahanan antara kedua negara yang memberi manfaat bagi Indonesia dan Kroasia.

Saat menerima kunjungan kehormatan Mr Budimir Loncar, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin, Direktur Kerjasama Internasional Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus, dan Kepala Biro TU Stejen Kemhan Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto MA.

Sumber: DMC

Order banyak Pindad minim SDM


Pengusaha nasional yang juga Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Rahmat Gobel (kiri) memaparkan pendapatnya dalam seminar nasional dan talkshow bertajuk ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djundjunan Bandung, Jawa Barat, Senin (30/4). Seminar yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-29 PT Pindad ini juga menghadirkan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Adik Aviantono Sudarsono (kanan) sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut dikemukakan bahwa PT Pindad optimistis mencapai target menuju perusahaan kelas dunia pada tahun ini.

30 April 2012, Bandung: Niat PT Pindad (Persero) menjadi perusahaan kelas dunia tidaklah mudah. Meski sudah mendapat banyak order, Pindad masih memiliki kekurangan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk menjadi perusahaan kelas dunia tidak bisa dilakukan oleh sendiri. Namun, membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat dalam mewujudkannya,” kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Adik Avianto Soedarsono dalam seminar nasional ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Hotel Grand Aquila, hari ini.

Ia mencontohkan industri pertahanan di Amerika, dimana satu orang pekerja bisa memproduksi 1 juta butir peluru per tahunnya. “Di Inggris dapat menghasilkan sebanyak 600.000 butir peluru per tahunnya, sedangkan di Indonesia satu orang pekerja hanya dapat menghasilkan 120.000 butir peluru per tahunnya,” katanya soal kemampuan SDM yang jomplang.

Kondisi ini menunjukkan jika SDM industri pertahanan di Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain. “Tak hanya SDM tetapi inovasi pun harus terus ditingkatkan dan dikembangkan karena teknologi yang begitu cepat berkembang,” kata Adik.

Pindad Kebut Pesanan Panser Malaysia 

PT Pindad (Persero) menargetkan mampu menyelesaikan panser Anoa 6×6 pesanan Malaysia tahun ini. Kepastian pengiriman akan menentukan berapa besaran nilai pembelian panser tersebut. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan pihak Malaysia belum memberikan rincian konfigurasi ke 32 panser tersebut.

” Mereka pesan peruntukannya untuk ambulance, avc [untuk angkut personel], dan komando,” kata Adik. Namun belum jelas jumlah panser untuk masing-masing peruntukan. “Kita janji pada Malaysia semua akan beres Maret 2013, Malaysia minta secepat mungkin,” katanya di sela seminar nasional ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Bandung, hari ini.

“Untuk Malaysia kami masih negosiasi hingga hari ini kapan [Pindad] delivery-nya, karena ini menyangkut dia harus menyediakan uang pada waktu delivery, jadi belum putus,” katanya. Harga satu unit Anoa sendiri dibandrol paling murah US$1 juta dan termahal US$1,5 juta.

Belum pastinya harga yang akan dibayar Malaysia menurutnya tergantung kelengkapan karoseri yang akan dipasang pada panser tersebut.

Pindad akan Kembangan Tank Ringan Kanon

PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan kanon mulai 2014 untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.

Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% dipasok produk asing. Dia mengemukakan model tank ringan kanon akan merujuk pada model tank ringan yang ada di dunia saat ini seperti produk K-21 buatan Doosan Infracore Korea Selatan maupun buatan Turki.

Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton-25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Akan tetapi, ada pula tank ringan mancanegara lainnya dengan bobot melebihi 25 ton.

Adik mengatakan harga untuk tank ringan dengan roda penggerak ban sekitar Rp40 miliar. Sedangkan berpenggerak rantai mencapai Rp50 miliar.

“Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, perusahaan baru melangkah para proses persiapan dan studi.

Sumber: Bisnis Jabar

AT-9 Spiral-2 : Rudal Pelibas Tank Milik Penerbad TNI AD


Heli tempur Mi-35
Tanpa pemberitaan yang berlebih, kedatangan armada helikopter tempur Mi-35P dari Rusia yang melengkapi Skadron 31/Serbu Penerbad pada tahun 2010, nyatanya juga membawa angin segar untuk lini rudal anti tank di Tanah Air. Mi-35P yang juga dikenal sebagai APC terbang, karena kemampuannya membawa 8 pasukan bersenjata lengkap, hadir melengkapi Skadron 31 dengan etalase persenjataan yang cukup garang, seperti roket S-8 kaliber 80mm, pelontar chaff/flare, kanon standar GSh-30-2 kaliber 30mm, dan sosok rudal AT-9 Spiral-2.
Seperti halnya identitas penamaan pada rudal AT-5, identitas AT-9 juga merupakan penamaan yang diberikan oleh pihak NATO. Nama asli rudal ini adalah 9M120 Ataka, dibuat oleh KBP Instrument Design Bureau, manufaktur alutista dari Rusia. Meski kodratnya sebagai rudal pelibas tank, tapi ada kekhususan pada AT-9, yakni rudal ini sengaja dirancang untuk platform peluncuran dari udara.
AT-9 terbilang rudal yang belum berusia terlalu tua, Uni Soviet sendiri baru mulai mengoperasikan rudal ini pada tahun 1990-an. Desain AT-9 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya, AT-6 Spiral, dengan penyempurnaan pada sisi akurasi, kecepatan, dan jangkauan. Rudal ini menganut sistem pemandu SACLOS (Semi Automatic Command to Line of Sight), dimana operator harus membidik target sampai rudal berhasil mengenai target, jalur kendalinya berupa sinyal radio. Dalam pola pengoperasiannya, pilot dan juru tembak harus sama-sama mengarahkan helikopter ke arah target hingga rudal tepat tiba di sasaran. Ada rumor yang menyebutkan, versi AT-9 ada yang dirancang dengan pemandu laser, menjadikan AT-9 dapat dioperasikan secara fire and forget.
Rudal AT-9 terpasang pada sayap heli Mi-35P Penerbad
Rudal AT-9 milik Penerbad dalam sebuah display
Ada tiga jenis AT-9 yang dioperasikan untuk menghajar spesifik target, pertama anti lapis baja dengan tandem HEAT (High Explosive Anti Tank), yakni AT-9 yang dilengkapi proyektil peledak dengan dua tahap detonasi, tandem HEAT memang dipersiapkan untuk menghancurkan kendaraan berlapis baja, termasuk MBT (main battle tank). Kedua adalah jenis 9M120F, pada jenis ini AT-9 dilengkapi dengan hulu ledak thermobaric, pada thermobaric peledak akan menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang lebih lama, pola ini juga dikenal dengan sebutan “air fuel bomb” yang ditargetkan untuk memanggang pasukan infantri, sehingga dapat mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. Thermobaric mengandalkan oksigen dan udara untuk pengoperasiannya, dan sangat pas untuk menghajar target infantri yang bersembunyi di dalam terowongan, gua, atau bunker.
Jenis ketiga adalah 9A220O, di jenis ini AT-9 dilengkapi dengan hulu ledak expanding rod, sebuah amunisi khusus yang menggunakan pola fragmentasi ledakan annular. Jenis ketiga ini dikhususkan bagi AT-9 untuk melibas target berupa helikopter, untuk akurasinya ada bekal sistem laser pada jenis ini. Tidak ada informasi jenis AT-9 mana yang digunakan oleh Penerbad TNI AD, tapi besar kemungkinan adalah versi utama yakni AT-9 dengan tandeam HEAT. Dari ketiga jenis AT-9 tadi, Rusia juga mengembangkan lagi jenis 9M120M, tidak diketahui pasti fitur yang ditawarkan pada jenis ini, kecuali jangkauan rudal yang didongkrak mencapai 8 Km.
Tampilan utuh rudal AT-9, berikut tabung peluncurnya
Tampilan belakang rudal AT-9, berikut tampilan belakang tabung peluncurnya
Dalam segmen rudal anti tank, jangkauan AT-9 terbilang cukup jauh, yakni bisa mencapai 6 – 8 Km dengan kecepatan luncur 550 meter per detik. Rusia pun nyatanya sangat mengandalkan AT-9 sebagai jawara alutsistanya, terbukti rudal ini tak hanya dirancang untuk diluncurkan dari heli Mi-35/Mi-24 saja, heli tempur kelas berat Mi-28 Havoc pun juga mengandalkan AT-9 untuk menggasak target tank. Bahkan tak itu saja, ada versi Ataka-T yang bisa diluncurkan dan platform kendaraan di darat, dan jenis Ataka lain yang bisa meluncur dari kapal patroli.
Rudal AT-9 dipasang pada heli tempur Mi-28 Havoc, AT-9 menjadi lawan tanding untuk rudal Hellfire dari AS
Salah satu yang menarik dari rudal berbobot 49 Kg ini adalah sifat frekuensi radionya yang memiliki kekebalan pada jamming infrared dan elektronik lawan. Alhasil tak hanya Rusia dan Indonesia yang menggunakan AT-9, sampai saat ini AT-9 diketahui juga telah digunakan oleh Venezuela, Brazil, India, dan Slovenia. (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi AT-9
Berat keseluruhan : 49 Kg
Berat hulu ledak : 7,4 Kg
Panjang : 1,83 Meter
Diameter : 13 Cm
Sistem Peluncuran : SACLOS (Semi-Automatic Command to Line of Sight)
Moda Peluncuran : air launcher
Lebar sayap : 36 Cm
Jarak Jangkau : 400 meter sampai 6 Km
Kecepatan : 550 meter per detik