Follow by Email

Rabu, 03 Agustus 2011

Menhan : Kita Akan Bikin Beberapa Kapal Selam


Untuk pembuatan kapal selam, saat ini baru 40 sampai 50 persen kandungan lokal yang mampu dibuat PT PAL. (photo : PAL)

Tingkatkan Persenjataan TNI, Kemhan Membuat Beberapa Kapal Selam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus berupaya meningkatkan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menargetkan pada 2024 kekuatan pokok minimum (essensial minimum forces) terpenuhi.

"Lima tahun ini kita akan bikin beberapa kapal selam, tapi tak bisa disebutkan jumlahnya," ujarnya dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media massa di Kemhan, Rabu (27/7) malam.

Saat ini, Indonesia baru memiliki dua kapal selam tipe U-209. Sebelumnya tersiar kabar pembangunan kapal selam mencapai empat unit.

Untuk pembuatan kapal selam, saat ini baru 40 sampai 50 persen kandungan lokal yang mampu dibuat PT PAL. Seiring berjalannya waktu dengan proses alih teknologi, pihaknya menjamin lima tahun lagi anak negeri mampu membuat kapal sendiri.

Dijelaskan Purnomo, kekuatan perairan wilayah Indonesia barat dan timur terus diperkuat. Untuk di barat, pihaknya menetapkan setiap tahun terjadi penambahan, ada 10 kapal cepat rudal (KCR) selama 13 tahun ke depan. Kapal jenis ini berfungsi sebagai kapal patroli untuk menjaga keamanan wilayah laut dari perompak dan penyusup.

Kapal sepanjang 70 meter tersebut, kata dia, bisa dilengkapi rudal dan komponen persenjataan lain. "Kapal jenis ini cocok dengan lautan di barat yang tidak dalam dan tenang.

"Untuk memperkuat wilayah Indonesia timur, pihaknya memesan kepada PT PAL untuk membangun beberapa kapal fregat. Selain lincah, kapal berjenis perusak tersebut sesuai untuk digunakan patroli di perairan yang dikenal dalam dan berombak besar tersebut.

Khusus matra udara, Purnomo menyatakan tahun ini akan menambah tiga radar untuk mengkover wilayah udara yang bolong. Rencananya dipasang di Timika, Kepulauan Aru, dan wilayah Maluku. Pemasangan radar itu untuk menambah daya deteksi kekuatan radar yang telah beroperasi di Biak dan Kupang.

(Republika)
Baca juga :

Kapal Selam Indonesia Mulai Dibuat Awal 2012

VIVAnews - Indonesia segera membuat dua kapal selam untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista). Dua kapal selam itu, direncanakan mulai dibuat awal 2012 mendatang.

"Awal 2012 sudah bisa mulai dibuat. Kalau tidak keduanya ya dibuat satu dulu," kata Kepala Pusat Komuniukasi Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin kepada VIVAnews.com, Kamis 28 Juli 2011.

Kapal selam ini, kata dia, akan dilengkapi dengan teknologi terbaru. Namun, dia mengaku tak mengetahui secara pasti teknologi yang akan dipasang di dua kapal selam ini nantinya. "Cari saja teknologi kapal selam paling mutakhir. Itu yang akan kita pasang nanti," kata dia.

Menurut dia, dua kapal itu akan dibangun dengan sistem joint production bersama negara lain. Satu kapal direncanakan dibuat di negara rekanan. Satu lagi dibuat di dalam negeri. "Di dalam negeri akan kita buat di PT PAL, Surabaya," kata dia.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sudah menjajaki sejumlah negara untuk membuat dua kapal selam ini. Proposal pembuatan kapal selam pun sudah di sebar ke beberapa negara yang akan dijadikan rekanan. Namun, dia tak mau menyebut ke negara mana saja proposal itu diberikan. "Tak boleh kita sebutkan, itu bagian dari rahasia," kata dia.

"Yang jelas tim untuk itu sudah kita kirim ke beberapa negara, nanti saja, sabar. Setelah semua fix, baru kita buka."

Hartind mengatakan, kepastian negara calon rekanan itu kemungkinan baru bisa diketahui akhir tahun ini. "Setelah lebaran mungkin sudah bisa diketahui," kata dia.

Hartind pun tak mau menyebutkan berapa anggaran dana yang disediakan untuk pembuatan dua kapal selam ini. Menurut dia, anggaran dana itu tergantung dari negara rekanan pembuatan kapal. "Kita pilih negara yang menawarkan harga paling rendah dengan kualitas yang bagus," kata dia.

Rencana pembuatan kapal selam ini juga telah dipaparkan oleh Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro. Menurut dia, Indonesia harus bisa membuat persenjataan sendiri agar bisa mandiri. Sejauh ini, Indonesia baru memiliki dua kapal selam buatan Korea Selatan. (eh)

(VIVANews)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar